Home Palembang PPDB 2018 Wajib Terapkan Mekanisme Zonasi

PPDB 2018 Wajib Terapkan Mekanisme Zonasi

581
0

PALEMBANG,- Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang mewajibkan Proses Penerimaan Peserta didik Baru (PPDB) di Kota Palembang mengunakan mekanisme zonasi pada jenjang sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Pejabat sementara (Pjs) Walikota Palembang Akhmad Najib melalui Kadisdik Kota Palembang Ahmad Zulinto mengatakan, penerapan mekanisme baru cara PPDB ini, menyusul aturan baru yang diterapkan Kementerian Pendidikan Republik Indonesia (RI) yang diatur dalam Permendikbud Nomor 17 tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

“Jadi sekarang zonasi sifatnya wajib. Kalau tahun kita masih sosialisasi dan akan diterapkan mekanisme zonasi tersebut,” kata Zulinto saat memimpin rapat sosialisasi PPDB tahun 2018 di ruangan Disdik Kota Palembang, Selasa (6/3/2018).

Sistem zonasi , kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel ) ini, untuk menghilangkan lebel sekolah unggulan yang melekat di sekolah.

“Saat ini Surat Keputusan (SK) untuk menerapkan sistem zonasi tersebut sudah ditanda tangani Walikota Palembang. Kita harus tanamkan kepada masyarakat bahwa tidak ada sekolah yang diunggulkan, sebab semua sekolaj akan menjadi unggul melalui sistem zonasi yang akan diterapkan pada tahun ini,” ujarnya.

Ini juga guna untuk terjadinya jual-beli bangku pada sekolah tertentu. Tidak hanya itu, melalui sitem ini akan menghindari urbanisasi, artinya penumpukan siswa di satu sekolah yang dianggap unggul oleh masyarakat.

“Sistem zonasi juga menilai faktor ekonomi keluarga, jangan sampai ada anak yang sekolahnya jauh dari rumah sementara di dekat lingkungannya ada sekolah. Serta menghindari menumpuknya anak-anak pintar di satu sekolah serta menghapuskan brand sekolah favorit,” terangnya.

Ia menambahkan, pemerintah juga akan melakukan pemerataan pembangunan serta melengkapi sarana dan prasarana ditiap sekolah sesuai dengan UU 17/2017 tentang PPDB dari Kemdikbud. yang mana persyaratan untuk PPDB 2018/2019 antara lain, pertama untuk SD berdasarkan usia, domisili.
Sedangkan untuk SMP yang pertama itu domisili, usia dan terakhir berdasarkan prestasi akademik dan non-akademik yang diakui sekolah dan pemerintah.

“Jika terjadi kelebihan daya tampung dan peminat akan diadakan seleksi yang diharamkan untuk melakukan tes tertulis di sekolah. Yang diambil itu berdasarkan domisili terdekat, lalu usia kemudian prestasinya. Sementara mengenai radius terdekat tidak ada ketentuan khusus dari kementerian,” pungkasnya.

Untuk diketahui, idealnya dalam satu rombongan belajar (Rombel) SD berisi antara 20-28 siswa, sedangkan untuk SMP satu Romber berisi 20-32 siswa saja. Dan untuk jenjang SMP ditiadakan untuk sekolah dobel shift.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here