Home Palembang Pemkot Palembang dengan Pertamina Bersinergi Jadikan Sampah Bernilai Ekonomis

Pemkot Palembang dengan Pertamina Bersinergi Jadikan Sampah Bernilai Ekonomis

267
0

PALEMBANG, – Dalam upaya mendukung gerakan Kota Palembang Green and Clean menuju terwujudnya pemukiman yang sehat, bersih, bebas sampah dan air limbah, Pemerintah Kota( Pemkot) Palembang bersinergi dengan Pertamina RU III Plaju menjadikan sampah bernilai ekonomis.

Pengelolaan sampah yang menjadi benang merah dalam talkshow bertema sinergi pengelaan sampah terpadu Pemkota Palembang dan PT Pertamina RU III Plaju Senin (30/10), di Bangi Kafe Palembang dibalut dalam perbincangan santai namun
memiliki inovasi yang luar biasa kedepannya.

Walikota Palembang H. Harnojoyo mengatakan, sampah tidak akan menjadi permasalahan jika mengetahui cara tepat mengelolanya, terlebih sampah yang dikelola dengan baik dapat memberikan nilai tambah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Sampah organik dapat dikelola menjadi pupuk, sedangkan sampah non organik dapat dijual langsung ataupun dijadikan produk kreatif yang bernilai jual tinggi,” kata Harnojoyo.

Bahkan, kata orang nomor satu di Kota Palembang ini Pemkot Palembang sangat serius dalam penangulangan sampah serta melakukan bagaimana cara melakukan pengelolaanya.

“Salah satu upaya yang langsung melibatkan peran serta aktif masyarakat yaitu melalui program bank sampah,” katanya.

Nah, bank sampah yang dikelola oleh masyarakar sendiri katanya, terus berinovasi menghasilkan produk yang memiliki daya jual tinggi.

Sebut saja, kata Harnojoyo kerajinan tangan dari bahan bekas yang telah mengikuti pameran ditingkat nasional.

 

“Melalui program bank sampah ini selain lingkungan kita bersih dari sampah, masyarakat juga mendapat uang dari sampah yang terkumpul dan dikelola dengan baik,” ujarnya.

Memang tidak mudah, menurut Harnojoyo butuh komitmen yang kuat untuk menangulangi masalah sampah yang ada saat ini.

“Salah satu untuk menangulangi kebersihan sudah dilakukan upaya Pemerintah Kota Palembang dengan melakukan pembersihan dari hulu ke hilir, dengan menggunakan cara tradisional hingga modern,” ungkapnya.

Yang dimaksud dengan cara modern yang dilakukan dengan pembangunan incinerator.

Dengan adanya incinerator, sampah dimusnahkan menjadi abu dan habis cara ini bertujuan untuk mengatasi persoalan lahan penampungan sampah.

“Kemampuan Pemerintah Kota Palembang dalam mengelola kebersihan dan manajemen lingkungan terbukti dengan telah diterimanya penghargaan Adipura 11 kali berturut-turut, penghargaan Adiwiyata, Taman Terbaik, serta pembina Kampung Iklim terbaik,” katanya.

Sementara itu Manager PT Pertamina (persero) RU III Plaju Yan Syukhrial, mengatakan, PT Pertamina juga memiliki tanggungjawab untuk turut serta membangun lingkungan, serta mengatasi persoalan sampah. Pertamina RU III.

“Kami memiliki Patraturah, yaitu program yang menerima sampah dari masyarakat melalui satu sentral bank sampah,” katanya.

Sampah itu katanya dihasilkan dari nasabah sampah yang ada dilingkungan Pertamina.

“Sekutar 1.500 yang memiliki tabungan dari sampah yang dikumpulkan di Patraturah. Setiap rumah tangga juga diberikan Patrakomposter untuk menghasilkan sampah padat dan cair,” ujarnya.

Sementara itu Siti praktisi Bank Sampah juga turut berbagi pengalaman bagaimana cara membuka peluang usaha yang menghasilkan pundi pundi rupiah dari sampah.

“Program bank sampah membawa nilai positif dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Kami berharap ada dukungan dalam pemasaran produk kreatif dari sampah. Kami sudah menjual produk kami secara online, dan terdaftar di Kementerian UMKM,” tutupnya(.*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here