Home Palembang Sekda : Tidak Perlu Bawak Buntelan Uang, Cukup Pakai Digital Banking

Sekda : Tidak Perlu Bawak Buntelan Uang, Cukup Pakai Digital Banking

243
0

PALEMBANG,BS- Sekarang sudah waktunya di Kota Palembang era transaksi tunai atau cash akan lambat laun mulai ditinggalkan.

Meski tidak tahu secara pasti kapan akan terjadi, di era serba digital kartu elektronik non tunai mulai merambah, mulai dari pembayaran rekening listrik, pemakaian air bersi hingga keperluan lainya.

Tuntutan zaman di era di gital ini pun mulai dilirik Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mendorong  penerapan layanan  digital banking  di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sekertaris Pemerintah Kota Palembang, Harobin Mustafa mengatakan Pemkot Palembang menyambut baik, Palembang sebagai metropolis dan juga menjadi tuan rumah Asian Games 2018 digital banking tentu sangat diperlukan.

Menurut Harobin, di zaman sekarang manusia tidak lagi harus bawa buntelan uang kemana-mana atau harus  ketemu muka kalau bertransaksi,  cukup di ruangan, duduk dinkursi, atau di kamar sudah dapat bertransaksi dengan digital banking, seperti mengunakan Madiri e-cash, atau e money,

“Memang kalau di tempat kita e-money belum begitu banyak dipakai, tapi kalau nanti tol sudah dibuka bisa pakai e-money,  kalau di  Jakarta ini udah biasa,” jelas dia usai menghadiri Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Potensi Kenaikan Omzet Usahawan dengan Memanfaatkan Layanan Banking” Forum Wartawan Ekonomi dan Bisnis Palembang (F-WEBP) di Hotel Daira Palembang, Kamis (20/7).

Karena itu, pihaknya akan melakukan sosialisasi terkait kemudahan layanan ini, sehingga pada saatnya nanti jika diterapkan ASN sudah siap.

 “Artinya untuk mempermudah Pemkot mendudukung, silahkan.  Ke depan kalau nanti mereka mengajak bekerjasama dengan Pemkot Palembang, kita dukung,” ucapnya.

Bahkan Harobin meyakini, saat  ini di kalangan ASN  sudah ada yang pakai layanan digital banking atau e- banking ini.

Meski demikian, pihaknya akan terus mendorong penerapan layanan digital e-bangking ini di masyarakat, mengingat layanan kemudahan ini dapat pula meningkatkan  perkembangan  industri ekonomi kreatif dan UMKM. “Tugas kita agar masyarakat tidak alergi dengan digital banking ini,”  ungkapnya.

Sementara, Regional Transaction Retail Head  Mandiri Regional II Sumsel, Irmayani menyebutkan perkembangan digital banking sekarang ini  sangatlah pesat.

Jika rata-rata penguna pembayaran tunai secara bisnis hanya mencapai 20 persen, jauh berbeda  jika dibandingkan dengan pertumbuhan  electronic commerce (e- commerce) diangka 50-60 persen.

“Banyak sekali e-commerce tumbuh pesat, di Facebook, Twitter, Instagram, dan media sosial lainya,” jelasnya

Sehingga support perbankan sangatlah penting. Hal ini sesuai dengan tujuan e-commerce untuk memudahkan dan memberikan kenyamanan kepada masyarakat. Contoh, di kota besar Jakarta jalanan macet dengan e-commerce masyarakat dapat dimudahkan bertransaksi.

Sayangnya, belum seluruh masyarakat memahami digitalisasi ini, akan tetapi ini tidaklah terlalu mempengaruhi. Sebab, faktanya masyarakat sangat membutuhkan e-commerce ini.

“Harapan kita UMKM  bisa lebih  berkembang setelah ada digital banking. Perlu diingat usaha modal uang tidaklah  sumber yang penting, yang penting semangat dan didukung dengan kemudahan-kemudahan digital banking,”  ujarnya. (Ratih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here