Home Nasional Implementasikan Perda KTR, Palembang dapat Pastika Parama

Implementasikan Perda KTR, Palembang dapat Pastika Parama

174
0

YOGJAKARTA – Pemerintah Kota Palembang, kembali menerima penghargaan tertinggi.

Penghargaan tertinggi kali ini, berupa penghargaan Pastika Parama dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI) dalam bidang kawasan tanpa rokok (KTR).

Penghargaan mengimplementasikan peraturan daerah (Perda) dan kebijakan mengenai KTR ini secara langsung diserahkan oleh Menteri Kesehatan Djuwita Moeloek kepada Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda, Rabu (12/7/2017) di Alana Yogyakarta Hotel and Convention Center.

Penyerahan penghargaan yang diserahkan dalam acara Pertemuan Aliansi Bupati/Walikota Dan Pemberian Apresiasi Dari Menteri Kesehatan Bagi Pemda Yang Telah Menerapkan Perda/Kebijakan Lain Dalam Pengendalian Konsumsi Hasil Tembakau.

“Sejak 2009 silam memang Kota Palembang sudah mulai menerapkan Perda KTR. Meski bertahap, alhamdulillah seksarang menuaikan hasil yang memuaskan,” tuturnya seusai menerima penghargaan Pastika Parama, Rabu (12/7).

Dikatakannya, dengan adanya penghargaan tertinggi dari Kementerian Kesehatan ini membuat pihaknya akan bekerja lebih keras lagi untuk mengurangi konsumsi rokok di Kota Palembang.

Demi mewujudkan hal ini, Fitri meminta kepada setiap elemen masyarakat dan pemerintahan agar dapat bersinergi mengurangi konsumsi rokok tersebut, terutama ditempat umum.

“Harapan kita itu zero konsumen rokok di Kota Palembang. Sulit memang, namun kalau kita menyatukan barisan untuk melakukannya, saya yakin bisa. Jadi saat ini kita telah menegakkan sanksinya sesuai Perdanya, kalau ada yang kedapatan merokok di tempat umum yang memiliki rambu imbauan dilarang merokok,” katanya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Djuwita Moeloek menambahkan, pemerintah setempat jangan sampai terlena dengan besarnya pendapatan asli daerah (PAD) yang dihasilkan dari rokok.

Pemerintah harus tegas untuk menegakkan perda ataupun kebijakan mengenai KTR dan melarang adanya iklan rokok di daerah mereka.

“Di beberapa daerah, konsumsi rokok menduduki peringkat dua masyarakatnya setelah konsumsi padi-padian. Maka dari itu, kita berikan apresiasi kepada kabupaten/kota yang sudah menerapkan maupun yang akan menerapkan perda dan kebijakan KTR,” pungkasnya.(ril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here