Home Palembang Sidak Pabrik Tahu, Ini yang Ditemukan Wawako

Sidak Pabrik Tahu, Ini yang Ditemukan Wawako

310
0

PALEMBANG, Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda (Fitri) menemukan kandungan zat berbahaya  pada tahu, Senin (12/6/2017) saat inpeksi mendadak (sidak) didua rumah produksi tahu di jalan Padang Selasa Bukit Besar Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang.

Tes sample  yang langsung dilakukan Fitri (sapaan akrab Wakil Walikota Palembang ini) saat dilokasi pembuatan tahu bersama Dinas Kesehatan Kota Palembang, tahu yang siap edar ini fositif mengandung formalin.

“Masalah ini akan kita serahkan kepada pihak yang berwajib untuk pemberian sanksi dan menyusuri jejak penjual bahan kimia tersebut. Kita akan menahan penerbitan surat izin bagi produsen tahu yang nakal,” tegas Fitri.

Fitri sangat menyanyangkan, tahu yang sudah menjadi makanan pokok bagi  memasyarakat  kalangan bawah hinga atas ini kerap dimanfaatkan pengusaha nakal, terlebih meningkatnya permintaan tahu disejumlah pasar tradisional di bulan Suci Ramadhan tahun ini.

“Anehnya ada juga rumah pembuatan tahu ini tidak memiliki izin,” katanya.

Sementara itu, Hasan yang diketahui pemilik rumah produksi tahu di jalan Padang Selasa Bukit Besar Palembang Hasan yang ketahuan mencampurkan formalin dalam pembuatan tahunya ini, mengakui  tahu hasil pembuatnya dikirim disejumlah pasar tradisiomal, termasuk pasar Induk Jakabaring.

 “Ini usaha dari ayah saya yang sudah berdiri sejak lima tahun lalu, dan baru awal bulan puasa ini memakai formalin supaya lebih awet,” akuinya.

 Berbeda halnya dengan Agustina alias Betty seorang produsen tahu yang positif mengandung formalin ini mengaku, bahwa dirinya tidak menyadari kalau bahan pengawet yang ia pakai ialah formalin.

Sebab, ia mendapatkan cairan pengawet itu dari pedagang yang langsung mengantarkan ke rumah produksinya.

 “Saya membeli satu jeriken yang berisi 20 liter larutan pengawet seharga Rp800 ribu untuk memproduksi 1500-2000 tahu setiap harinya untuk dijual di pasar Plaju dan Lemabang. Saya tidak tahu kalau itu formalin dan saya sudah empat tahunan memakainya. Saya tahunya itu air garam,” dalihnya.

 Sementara itu, produsen tahu yang dinyatakan bebas formalin Firyanto alias Ateng mengambahkan, sejak 2000 an lalu ia membuka bisnis produksi tahunya tanpa memakai bahan pengawet yang berbahaya bagi tubuh.

“Produksi saya itu lebih dari 100 kilogram sehari, dan saya dari awal menegaskan kepada tujuh pegawai saya untuk tidak memakai bahan pngawet yang berbahaya meskipun tingkat penjualan setian Ramadhan menurun,” cetusnya.

Terpisah Kepala Dinkes Kota Palembang Letizia menguraikan, berdasarkan hasil tes tersebut pihaknya mendapati dua rumah produsen tahu yang positif mengandung formalin dimana melebihi 1,5 mg/l dengan tingkat kekentalan yang sangat tinggi, sehingga kalau dikonsumsi secara berkala akan menimbulkan efek yang sangat buruk bagi tubuh.

“Tadi setelah kita tes memakai formaldehyde test ternyata benar mengandung formalin. Jelas kalau ini dikonsumsi akan menimbulkan gejala kanker, gagal ginjal bahkan berujung kematian,” paparnya.(ria/why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here