Home Madani Di Palembang Anak Hafiz Al Qur’an, Bisa Masuk Sekolah Tanpa Tes

Di Palembang Anak Hafiz Al Qur’an, Bisa Masuk Sekolah Tanpa Tes

408
0

PALEMBANG- Walikota Palembang H. Harnojoyo berharap program Pembangunan karakter yang digagas oleh Pemkot Palembang dimulai sejak dini membangun generasi cinta Alquran melalui program jam ke Nol mampu memberantas anak anak di Kota Palembang buta aksara Al Qur’an.

“Tentu harapan kita nanti anak anak di Palembang tidak buta aksara Al Qur’an,” kata Harnojoyo, Kamis (15/6/2017) di bumi perkemahan Cadika, saat melaunching program dari Dinas Peniddikan jam nol.

Dikatakannya, hal ini sinergis dengan tujuan daari pencapaian visi Palembang Emas di 2018 mendatang.

Yakni khususnya dalam menciptakan masyarakat yang madani, berkarakter membangun dengan basis agama yang kuat, dimulai sejak Sekolah Dasar hingga SMA di kota Palembang. Kegiatan ini sendiri, diikuti lebih dari 4.000 siswa dan guru di Palembang.

“anak –anak mampu membaca, mereka diminta memahami sehingga dapat mengamalkan,”harap Harnojoyo.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota juga memberikan langsung secara simbolis piagam bagi peserta didik yang selama ini sudah mampu menghafal sejumlah surat lewat program Jam ke nol yang telah digagas beberapa waktu sebelumnya.

Termasuk mereka yng memiliki keterampilan dan kemampuan sari tilawah dan membaca Al quran dengan baik.

Bahkan, Walikota juga berencana untuk mengkaji pemberian beasiswa bagi hafiz (penghafal) Al quran. Semisal di tingkat SD untuk dapat masuk SMP tanpa tes.

Begitupun untuk jenjang SMP ke SMA yang akan dikoordinasikan dengan Diknas Provinsi dan Kanwil Kemenag Kota Palembang.

Sebagai motivasi bagi pelajar di kota Palembang.

“Akan kita programkan, sebagai motivasi. Karena para pelajar di Palembang tidak hanya diharapkan menjadi pintar. Melainkan juga memiliki karakter dan akhlak yang mulia berlandaskan agama yang kuat. Itu salah satu target kita kedepan,”jelas Harnojoyo.

Oleh karena itu, iapun tidak sependapat dengan munculnya isu penghapusan mata pelajaran agama di sekolah,yang berkembang akhir-akhir ini.

Karena menurut Harnojoyo, agama yang mengajarkan kebaikan, akan mampu membentuk karakter anak didik, sehingga menjadi orang baik dan berguna bagi masa depan.

“Tidak perlu ditanggapi yang seperti itu,”singkatnya

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahamad Zulinto yang dibincangi mengungkapkan, jika sejak lama Pemkot menerapkan jam ke nol, di seluruh sekolah di Palembang.

Dimana anak diminta untuk mengaji, dengan masuk pukul 06.40 WIB.

Launching program Taman Pendidikan Alquran berbasis sekolah ini merupakan kenaikan tingkat.

“Sehingga jadinya seperti ekskul. Dimana bisa dijadikan budaya, dengan peran guru agama yang harus lebih kuat lagi. Mereka bisa belajar mengaji, berdiskusi masalah agama,”ungkap Zulinto. Tak berbeda dengan TK/TPA Al quran yang ada di lingkungan perumahan, Zulinto yakin syiar islami akan semakin luas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here